My culinary blog
August 28th, 2006 by denbaguseDear friends, please find my new blog which is specialized only for culinary world :
http://tonywiharjito-culinary.blogspot.com/
Thank you.
Best Regards,
Tony
Dear friends, please find my new blog which is specialized only for culinary world :
http://tonywiharjito-culinary.blogspot.com/
Thank you.
Best Regards,
Tony
Pernahkah anda naik ke atas menara, gedung, pohon atau tempat tinggi yang lain ? Setelah sampai di puncaknya, apa yang anda lihat ? Umumnya adalah pemandangan yang lebih indah dibandingkan ketika kita berada di tempat yang rendah. Di ketinggian kita bisa melihat lebih banyak hal, jangkauan yang lebih jauh tanpa halangan. Namun apa yang akan terjadi bila kita terjatuh dari tempat tinggi tersebut? Semakin tinggi tempatnya, akibatnya akan semakin merusak dan fatal bila terjatuh ke dasar. Terjatuh dari tempat setinggi 1m mungkin hanya mengakibatkan sedikit lecet. Terjatuh dari tempat setinggi 2m mungkin akan mengakibatkan lecet dan lebam, dari tempat 3m mungkin bisa mengakibatkan patah tulang, dan dari tempat setinggi 30m mungkin dapat menghilangkan nyawa.
Hal yang sama juga terjadi bila kita memiliki harapan yang tinggi. Bila kita memiliki harapan setinggi langit terhadap suatu keinginan,segala sesuatu akan terasa lebih mudah dan indah untuk dilewati dalam menggapai tujuan.
Halangan berat pun akan terasa ringan demi tujuan yang akan dicapai, asalkan kita memiliki harapan yang tinggi. Harapan yang tinggi menghasilkan motivasi dan ketahanan yang luar biasa besar. Namun apa yang terjadi bila harapan tersebut tiba-tiba dihilangkan dengan cara yang tidak adil ? akibatnya juga akan sama dengan analogi jatuh dari tempat tinggi tadi, semakin tinggi harapan yang tadinya dimiliki, maka semakin fatal akibatnya bila tiba-tiba harapan tadi hilang dengan cara yang tidak adil.
Saya jadi teringat dengan salah 1 episode di serial TV X-Files, yang menceritakan sindikat penjualan organ tubuh manusia, dimana mereka membuat sebuah mekanisme judi dimana peserta judi (adalah orang-orang yang memiliki anggota keluarga yang sakit keras namun tidak memiliki biaya untuk pengobatannya) akan mendapatkan reward yang besar(kalau tidak salah mendapat tangggungan pengobatan bagi anggota keluarga peserta judi yang sakit keras)bila menang, namun bila kalah maka salah satu organ penting tubuhnya harus diserahkan (untuk kemudian dijual,tanpa diketahui oleh peserta judi). Sindikat tersebut mengatur sedemikian rupa perjudian sehingga peserta akan selalu kalah, artinya selalu kehilangan organ tubuhnya. Saat sindikat terungkap dan tertangkap oleh FBI, Agen khusus FBI Fox Mulder bertanya kepada sindikat :
"Apa yang kamu berikan kepada peserta judi sebetulnya? mereka selalu kalah". Anggota sindikat pun menjawab : "Kami memberikan harapan kepada mereka. Hidup mereka boleh kehilangan mata atau ginjal, tapi kami memberikan harapan kepada mereka untuk penyembuhan anggota keluarganya lewat perjudian. You can’t imagine a life without hope". Sedemikian besar kekuatan sebuah harapan sehingga membuat orang pun rela memiliki resiko untuk kehilangan organ tubuhnya. Tanpa harapan, orang kehilangan motivasi, kehilangan semangat hidup, depresi, bahkan mungkin bunuh diri.
Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menganjurkan orang tidak memiliki harapan setinggi langit sebab harapan wajib dimiliki setiap orang dalam mengejar tujuannya, tentunya dengan manajemen harapan yang tepat. Namun tulisan ini dimaksudkan bagi orang-orang yang memberikan harapan tinggi ke orang lain, apapun bentuknya, apapun maksudnya, apapun tujuannya, bahwa setiap kali harapan tinggi yang diberikan ditarik kembali dengan cara yang tidak adil, akibatnya akan sama saja dengan mendorong seseorang jatuh ke bawah dari tempat yang tinggi, yang akibatnya fatal dan merusak. Inilah yang disebut dengan KEJAHATAN TERHADAP HARAPAN.
Once anda memberikan harapan tinggi ke orang lain, biarkanlah orang tersebut menggapai apa yang diinginkannya dengan cara yang adil. Seandainya pun kenyataan yang bakal terjadi bakal tidak sesuai harapan yang diberikan, biarkanlah harapan tadi hilang dari orang tersebut dengan cara yang adil, sehingga bila diibaratkan turun dari tempat yang tinggi, orang tersebut turun dengan tangga, bukan dengan cara terjatuh dari atas ke dasar.
Permintaan Maaf dan Bekas Luka
Setiap orang di dunia ini, baik disengaja maupun tidak, disadari maupun tidak, pernah menyakiti hati orang lain, dan pernah juga disakiti oleh orang lain,baik dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan.
Banyak orang yang memiliki pemikiran, bahwa permintaan maaf dapat membuat situasi menjadi kembali ke keadaan sebelumya (fallback), yang artinya luka yang tertoreh di hati seseorang dapat hilang begitu saja setelah permintaan maaf dilontarkan, dan diterima oleh yang tersakiti.
Namun harus disadari, bahwa menorehkan luka di hati seseorang,akan meninggalkan bekas yang tidak akan pernah hilang, meskipun luka tersebut telah "tertutup" dan tidak menyebabkan rasa sakit lagi.
Pernahkah anda mengalami kecelakaan hingga tubuh anda terluka dan berdarah? Pernahkah secara tidak sengaja bagian tubuh anda tersayat benda tajam ? Setelah luka terobati, tertutup dan kemudian sembuh, hilangkah bekas luka tersebut? Jawabannya adalah TIDAK. Luka memang bisa sembuh, dan tidak menyebabkan rasa sakit lagi bila tersentuh, namun bekasnya akan tetap jelas nampak di tubuh anda, sampai kapan pun. Semakin besar luka yang didapat, semakin besar pula bekasnya.
Analogi ini juga belaku untuk luka di dalam hati. Setiap kali kita menorehkan luka di hati seseorang, permintaan maaf mungkin dapat menyembuhkan lukanya. Namun permintaan maaf ribuan kali pun tidak akan pernah bisa menghilangkan bekas luka di hatinya, bahkan sang waktu pun tidak akan sanggup menghilangkan bekas luka tersebut.
Bagi yang merasa sering menyakiti hati seseorang karena menganggap bahwa permintaan maaf dan waktu akan menghapus luka di hati, please keep in your mind, permintaan maaf MUNGKIN akan membantu menyembuhkan luka di hati , namun BEKAS LUKA tersebut tidak akan pernah hilang selamanya.
Jadi bila apa yang anda perbuat sekarang berpotensi menyebabkan hati orang lain terluka, dan anda menyadari hal ini sepenuhnya, berarti anda menyadari sepenuhnya untuk membuat luka di hati orang lain yang bekasnya tidak akan pernah bisa hilang, itupun dengan catatan bila luka yang anda torehkan bisa tersembuhkan.
Posting ini dimaksudkan sebagai pengantar bagi posting-posting berikutnya.
Halaman blog yang bertema wisdom ini penulis khususkan untuk posting tulisan tentang pelajaran hidup, sebagai salah satu dari beberapa halaman blog yang penulis miliki , yang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan erat dengan hidup penulis, yaitu :
Selama puluhan tahun usia kita hingga detik ini, kita mengalami 24 jam waktu berjalan dalam 1 hari, dan 3600 detik waktu berjalan setiap jamnya, dan waktu yang kita terima ini sama untuk setiap manusia di dunia ini (selama belum ada teknologi yang mampu membawa kita ke kecepatan yang signifikan untuk mengalami perbedaan ukuran waktu yang relatif terhadap kecepatan :)).
Waktu yang dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini adalah sama, namun apa yang dilakukan selama 24 jam sehari dan 3600 detik tiap jam adalah berbeda. Usia 28 tahun bagi si A belum tentu menghasilkan wisdom yang sama dengan si B yang juga berusia 28 tahun, atau bahkan si C yang berusia 35 tahun. Seperti makna wise words dari Sir William Wallace, pahlawan scotland yang hidup di abad pertengahan ,"Every man will die, but not every man really lives". Setiap orang pasti akan mati, tapi tidak setiap orang benar-benar "hidup" selama hidupnya, tidak setiap orang memiliki hidup yang bermakna selama hidupnya.
Bagi orang yang mau berpikir, setiap kejadian yang kita alami dapat kita tarik pelajaran dan hikmahnya, untuk meningkatkan tingkat wisdom kita. Wisdom inilah yang insya Allah dapat menentukan kualitas hidup seseorang, sebab dengan wisdomnya,orang menentukan cara berpikir, memilih sudut pandang, mengambil keputusan, dan segala perbuatan yang penting bagi hidupnya.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menulis halaman blog ini dengan harapan penulis akan selalu ingat dengan pelajaran hidup yang ditarik dari hidup penulis sendiri, yang mungkin juga dapat bermanfaat bagi orang lain.